SATUAN ACARA PENYULUHAN
Topik : Dismenore
Sub Topik : Dismenore pada remaja
putri
Hari/Tanggal : Jum’at, 24 Maret 2017
Waktu : 35 menit
Tempat : SMAN 13 Bandar Lampung
Penyuluh/Pembicara : Putriani
Rambe
Peserta/Sasaran : Remaja putri
Karakteristik : Siswi SMAN 13 Bandar Lampung
Jumlah : 20 orang
Tujuan
Umum : Setelah mengikuti
pertemuan ini, diharapkan remaja putri siswi
SMAN 13 Bandar Lampung dapat memahami
tentang Dismenore
yang sering dialami wanita saat menstruasi.
Tujuan
Khusus : Pada akhir pertemuan peserta dapat:
1.
Menjelaskan pengertian Dismenore
2.
Menjelaskan penyebab Dismenore
3.
Menjelaskan tanda dan gejala Dismenore
4.
Menjelaskan penanganan Dismenore
Materi : (Terlampir)
1. Dismenore
2. Penyebab
dismenore
3. Tanda
dan gejala Dismenore
4. Penanganan
Dismenore
Metode : Ceramah dan tanya jawab
Media : Slide dan Leaflet
Kegiatan :
|
NO
|
Materi
|
Kegiatan
|
|
1
|
1. Pembukaan
(5 menit)
|
1.
Membuka pertemuan dengan
mengucapkan salam
2.
Perkenalan
3.
Menjelaskan tentang tujuan umum
dan
tujuan
khusus pertemuan kali ini
4.
Menyampaikan waktu/kontrak waktu
yang
akan
digunakan dan mendiskusikannya
dengan
peserta pada pertemuan kali ini
5.
Memberikan sedikit gambaran
mengenai
informasi
yang akan disampaikan pada hari
ini
|
|
2
|
2.
Proses (20 menit)
|
Isi Materi Penyuluhan
1. Pengertian
Dismenore
2. Penyebab
Dismenore
3. Tanda dan Gejala Dismenore
4. Penanganan
Dismenore
|
|
3
|
3.
Evaluasi (8 menit)
|
1. Memberikan
soal secara lisan kepada peserta secara bergantian
2.
Peserta mengerti seluruh materi
penyulihan yang telah diberikan
|
|
4
|
4.
Penutup (2 menit)
|
1.
Penyuluh mengucapkan terima kasih
atas segala perhatian peserta
2.
Mengucapkan salam penutup
|
Lampiran Materi
Pendahuluan
Latar Belakang
Menstruasi menurut
Prawirohardjo (1999) perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus,
disertai dengan pelepasan endometrium. Walaupun menstruasi datang setiap bulan
pada usia reproduksi, banyak wanita yang mengalami ketidaknyamanan fisik selama
haid berlangsung.
Salah satu ketidaknyamanan fisik saat menstruasi yaitu
Dismenore. Dismenore adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim dan
terjadi selama menstruasi. Beberapa wanita bahkan pingsan, keadaan ini muncul
cukup hebat sehingga menyebabkan penderita mengalami “kelumpuhan” aktivitas
untuk sementara.
Materi
1.
Pengertian Dismenore
Nyeri haid atau dismenore
adalah nyeri yang menyerang/terjadi di perut menjelang atau selama haid. Dalam
keadaan yang normal, nyeri haid hanya membuat wanita merasa sakit dan tidak
nyaman. Tetapi dalam keadaan yang parah, nyeri haid ini bisa membuat wanita
tidak dapat bekerja dan harus beristirahat, nyeri sering bersamaan dengan rasa
mual, sakit kepala, perasaan mau pingsan dan lekas marah. Ada 2 jenis nyeri
haid atau dismenore ini yaitu nyeri haid (dismenore) primer dan nyeri haid
(dismenore) sekunder. Nyeri haid primer adalah nyeri menstruasi yang terjadi
tanpa adanya kelainan kandungan, sedangkan dismenore sekunder adalah nyeri
menstruasi yang terjadi karena adanya kelaianan kandungan.
2.
Penyebab Dismenore
a.
Dismenore primer
Penyebab
dari nyeri haid ini belum di temukan secara pasti meski telah banyak penelitian
dilakukan untuk mencari penyebabnya. Etiologi dari dismenore primer tersebut
adalah:
·
Faktor Psikologis
Biasanya
terjadi pada remaja dengan emosi yang tidak stabil, mempunyai ambang nyeri yang
rendah, sehingga dekat sedikit rasa nyari dapat merasakan kesakitan.
·
Faktor Endokrin
Pada umumnya
hal ini dihubungankan dengan kontraksi usus yang tidak baik. Hal ini sangat
erat kaitannya dengan pengaruh hormonal. Peningkatan produksi prostaglandin akan
menyebabkan terjadinya kontraksi uterus yang tidak terkoordinasi sehingga
menimbulkan nyeri.
b.
Dismenore sekunder
Dalam dismenore
sekunder, etiologi yang mungkin terjadi adalah:
·
Faktor konstitusi seperti anemia, pemakaian
kontrasepsi IUD, benjolan yang menyebabkan pendarahan, tumor atau fibroid.
·
Anomali uterus konginental, seperti : rahim yang
terbalik, peradangan selaput lendir rahim.
3.
Tanda dan Gejala Dismenore
Dismenore
dapat ditandai dengan gejala sebagai berikut:
1. Nyeri pada
perut bagian bawah
2. Nyeri
dirasakan sebagai kram yang timbul hilang atau sebagai nyeri tumpul yang terus
menerus ada.
3. Nyeri mulai
timbul sesaat sesudah atau selama haid, mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam
dan setelah 2 hari akan menghilang.
4.
Dismenore juga sering disertai dengan sakit kepala,
mual, sembelit, atau diare dan sering berkemih. Kadang sampai terjadi muntah.
4.
Penanganan Dismenore
Ada
berbagai cara untuk mengurangi rasa sakit nyeri haid ini mulai dari makanan
tertentu hingga berbagai latihan ini juga tidak hanya mengatasi tetapi juga
dapat mencegah agar jangan sampai sakit terus setiap saat haid.
1. Istirahat
cukup
2. Olahraga
teratur (terutama jalan)
3. Pemijatan
4. Kompres
hangat diarea sekitar perut
5. Minum banyak
air putih, hindari konsumsi garam berlebih serta kafein untuk mencegah
pembengkakan dan retensi cairan.
6.
Makan makanan kaya zat besi, kalsium, vitamin B
kompleks seperti susu, sayuran hijau.
Evaluasi:
1.
Jenis
: tanya jawab
2.
Bentuk : lisan
3.
Jumlah : 6 butir
4.
Pertanyaan :
a. Jelaskan pengertian Dismenore?
b. Sebutkan tanda dan
gejala dari Dismneore!
c. Sebutkan cara
mengatasi Dismenore!
Jawaban:
a.
Nyeri haid atau
dismenore adalah nyeri yang menyerang/terjadi di perut menjelang atau selama
haid
b.
Tanda dan Gejala Dismenore
Dismenore
dapat ditandai dengan gejala sebagai berikut:
1.
Nyeri pada perut bagian bawah
2.
Nyeri dirasakan sebagai kram yang timbul hilang atau
sebagai nyeri tumpul yang terus menerus ada.
3.
Nyeri mulai timbul sesaat sesudah atau selama haid,
mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan setelah 2 hari akan menghilang.
4.
Dismenore juga sering disertai dengan sakit kepala,
mual, sembelit, atau diare dan sering berkemih. Kadang sampai terjadi muntah.
c.
Beberapa cara mengatasi Dismenore, yaitu:
1.
Istirahat cukup
2.
Olahraga teratur (terutama jalan)
3.
Pemijatan
4.
Kompres hangat diarea sekitar perut
5.
Minum banyak air putih, hindari konsumsi garam
berlebih serta kafein untuk mencegah pembengkakan dan retensi cairan.
6.
Makan makanan kaya zat besi, kalsium, vitamin B
kompleks seperti susu, sayuran hijau.
Sumber
1.Kumalasari,
Intan.2012.Kesehatan Reproduksi Untuk
Mahasiswa Kebidanan dan Keperawatan.Jakarta:Salemba Medika